Yahya Boh Kaye Bagi - Bagi Duit ke Puluhan Wartawan Rp. 200 Ribu, Usai Rapat BIMTEK


sumber anonim yang dihimpun media ini, uang itu diakui Yahya sebagai uang konsumsi untuk sejumlah wartawan dan LSM

.

Aceh Timur -- Anggota DPRK Aceh Timur, M.Yahya alias Yahya Boh Kaye, disebut - sebut membagikan sejumlah uang kepada puluhan wartawan, masing - masing Rp.200 ribu, usai rapat pembahasan polemik dan kisruh BIMTEK Geuchik di DPRK Aceh Timur, yang dihadiri sejumlah LSM dan wartawan, pada Rabu (26/8/2020) lalu.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Jurnalis Nasional Indonesia saat BIMTEK Geuchik atau Kepala Desa di DPRK Aceh Timur.

Namun hingga kini, belum diketahui pasti tujuan anggota dewan itu membagikan uang tersebut, dan juga belum diketahui pasti darimana sebenarnya asal - usul uang yang diperkirakan totalnya sebesar Rp. 20. 000.000,-( Dua Puluh Juta Rupiah) untuk puluhan wartawan itu.

Menurut sumber - sumber anonim yang dihimpun media ini, uang itu diakui Yahya sebagai uang konsumsi untuk sejumlah wartawan dan LSM yang saat itu menghadiri pertemuan di DPRK Aceh Timur.

" Itu uang konsumsi, karena kebetulan tidak disediakan makan siang atau konsumsi waktu itu oleh DPRK," kata Yahya kepada salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, dan informasi itu pun sudah marak beredar dan menjadi kecurigaan publik saat ini.

Sementara itu, sumber anonim lainnya pun mencurigai bahwa uang tersebut diduga berasal dari panitia BIMTEK yang diadakan di salah satu hotel megah di Idi, dengan pesertanya para geuchik dan aparat desa, yang diduga menggunakan miliaran rupiah dana desa di tengah pandemi Covid 19, hingga memancing kemarahan publik di Aceh Timur.

" Kita curigai, jangan - jangan itu uang dari panitia BIMTEK dikasih ke dewan, dan dibagikan dewan diduga untuk membungkam wartawan, harus dijelaskan uang itu darimana dan kenapa ada bagi - bagi uang untuk wartawan? " tanya sumber anonim tersebut.

Faktanya, hingga detik ini, selain bungkamnya DPRK di ruang publik, pemberitaan soal BIMTEK pun mulai sirna sejak uang tersebut dibagikan, kecuali hanya satu dua media online saja yang masih tetap mengulas isu tersebut.

Tim ; Jurnalis Nasional Indonesia

1397 Views

Komentar