Memberikan sedekah apalagi kepada yang membutuhkan tentu perbuatan baik bahkan di ajurkan oleh agama. Tapi saat ini terkadang hal itu terlihat jamak, dengan kemajuan tekonologi sepertinya perintah Allah seperti yang di katakan.
Berdasarkan firman Allah ta’ala
إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيرٌ لَّكُمْ
”Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu”.
Dan diriwayatkan dari Abu Hurairoh –rodhiallahu’anhu– dari Nabi –shollallahu ‘alaihi wasallam– ia bersabda :
سبعة يظلهم الله في ظله، يوم لا ظل إلا ظله…”، وذكر منهم: “ورجل تصدق بصدقة فأخفاها؛ حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه
”Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya …(dan disebutkan salah satu dari mereka)… dan laki-laki yang bersedekah kemudian menyembunyikan sedekahnya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya” (Muttafaq ‘alaih).
Dalam ayat ini ada beberapa point penekanan
1. Bersedakah itu baik
2. Menyembunyikannya dari orang lain
3. Memberikan kepada fakir miskin/atau yang membutuhkan
Point 1 dan 3 tidak ada bepegeseran, poin 2 ini lah semakin di abaikan, bahkan sedekah sering di jadikan alat menarik simpati masyarakat untuk mendapat dukungan untuk mempertahakan jabatan dunia. Hal ini terlihat di media sosial banyak politikus berlomba-lomba memasang wajahnya di barang-barang yang di sedekahkan disertai dengan ribuat foto dan video dokumentasi, seolah-olah ingin menunjukan "ini loh saya telah berbuat, demi orang miskin, kamu bisa gak?".
saya tertarik dari sebuah kalimat, "jangan sampai sedekahmu menghinakan kaum miskin", disini terdapat 2 pesan , (1) Jika engkau memberikan sedekah maka hantarkanlah langsung kepada yang membutuhkan, jangan sampai mereka mendatangimu bak seorang pengemisdan (2) Sembunyikanlah sedekahmu dan indentitas yang menerimanya supaya harkat dan martabat mereka terjaga dan pahalamu tidak habis terbakar api Ri'a.
Ada yang berdalih membela, hal baik itu harus dikasih tau orang lain supaya bisa di contoh orang banyak, mungkin ungkapan ini tidak salah, akan tetapi gak perlu juga memampang foto bak sebesar baliho di barang-barang sedekah yang di berikan kepada orang msikin, serta puluhan foto dokumentasi per tiap orang penerima sedeka di sebar di media sosial, bahkan ini layak disebut kampanye ketimbang sedekah, seperti layaknya pemilu yang membagi-bagikan atribut kampanye kemudian di foto sebagi bentu klaim bahwa banyak orang yang mendukung. Lain hal yang melakukan semacam ini lembaga mengkumpul Zakat dan sedekah, publikasi dipergunakan sebagai ajakan dan pertanggungjawaban publik.
Semoga tulisan ini membuat kita sadar jangan sampai sedekah kita hanya menarik simpatik manusia akan tetapi sia-sia di mata Allah.





