JAKARTA INDONESIASATU.CO.ID -Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memulai uji coba penataan di kawasan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penataan ini dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai langkah awal perwujudan transportasi yang terintregrasi.
Kamis (4/6/2020), Sejumlah angkutan umum seperti bajaj dan mikrolet terlihat menunggu penumpang dengan teratur dalam masa uji coba penataan di kawasan Stasiun Tanah Abang. Selain itu, di area tersebut juga disediakan beberapa fasilitas seperti halte bus Transjakarta yang terintregrasi langsung ke stasiun tanah abang, lalu ada area parkir ojek pangkalan, area penurunan dan pengambilan penumpang untuk ojek daring, serta tempat pemberhentian sementara untuk mikrolet dan bajaj.
Penataan ini mendapat respon positif dari masyarakat dan juga para sopir angkutan umum disekitar Tanah Abang. Salah satunya dari Robi yang berprofesi sebagai sopir bajaj. Dikatakannya, dengan adanya penataan seperti ini para angkutan umum lebih teratur dan tidak menimbulkan kemacetan.
“Setelah penataan ini saya kira lebih teratur, tetapi untuk masalah penghasilan sangat menurun karna adanya pandemi Covid-19 ini, apa lagi pasar tanah abang masih belum di buka oleh Pemprov DKI Jakarta, begitu perkantoran yang belum kembali beraktivitas,” ujar Robi
Hingga saat ini Pemprov DKI Jakarta masih memberlakukan penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), sementara untuk kapasitas muatan khususnya kendaran transportasi umum kendaraan diisi maksimal 50%, dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan Covid-19.
Harapan dari sejumlah sopir di kawasan tanah abang meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk secepatnya membuka kembali pasar tanah abang dan perkantoran, agar para sopir dapat mencukupi kebutuhan secara normal.
"Semoga virus corona ini berakhir dan Pemprov DKI Jakarta bisa secepatnya membuka kawasan pasar tanah abang dan penghasilan kami bisa kembali normal,” Harapan para sopir angkutan yang berada dilokasi tanah abang.
Ridho Fadilla





