Anda Mudik atau Pulang Kampung?


Anda Mudik atau Pulang Kampung? Pertanyaan apaan tu, gak bermutu bangat, bukannya mudik dan pulang kampung itu sama? Mudik dan Pulang Kampung sama tapi tidak serupa. Sama-sama naik bis yang sama, sama-sama naik pesawat terbang yang sama, atau bahkan sama-sama pulang ke kampung yang sama.

.

Anda Mudik atau Pulang Kampung? Pertanyaan apaan tu, gak bermutu bangat, bukannya mudik dan pulang kampung itu sama?

Mudik dan Pulang Kampung sama tapi tidak serupa. Sama-sama naik bis yang sama, sama-sama naik pesawat terbang yang sama, atau bahkan sama-sama pulang ke kampung yang sama.

"Aku selama bulan Ramadhan sampai lebaran di kampung dulu mas," jelas Andi pengusaha garmen di Tanah Abang yang siap-siap pergi ke Pool Damri saat ketemu tetangganya Partono.

"Emangnya Toko mas Andi gak buka?" tanya mas Partono.

"Enggak mas, selama Covid-19 ini, Tanah Abang tutup, gak boleh jualan dulu," jelas Andi.

"Aku pergi dulu ya mas, ada teman yang lagi nunggu di Pool Damri Kayu Ringin," lanjut Andi sambil terus naik GrabCar yang sudah menunggu.

Perjalanan ke Pool Damri ditempu dalam waktu 30 menit, cukup cepat, karena jalanan lengan, ada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

"Pulang kampung ya mas," tanya sopir Grab saat Andi sampai di Pool Damri.

"Nggak mas, aku mudik aja, habis lebaran balik lagi ke Jakarta," jawab Andi sambil turun dari Grabcar.

Dari kejauhan Iwan teman Andi melambaikan tangan, di sampingnya kelihatan dua koper pakaian.

"Banyak bangat bawaannya Bro, bawa apa aja tuh, kayak mau pindahan aja," tanya Andi sambil menyalami Iwan.

"Iya Bro, aku pulang kampung aja, dah hopeless aku di Jakarta ini, jualan kaki lima gak bisa, pendapat lain juga gak ada, sementara sewa kost harus terus dibayar, daripada pusing, aku lebih baik di kampung aja," jelas Iwan dengan ekspresi wajah sedikit galau, karena dia juga gak tahu mau ngerjain apa saat di kampung nanti.

"Sabar dan semangat Bro, selalu ada jalan, aku kan masih di sini, kamu masih bisa ke Jakarta untuk liburan dan nginap di rumah aku, aku kan masih tinggal di Jakarta, rezeki itu ada dimana-mana, semua sudah ada yang ngatur," jelas Andi mencoba menenangkan temannya.

Tak lama berselang, panggilan untuk segera naik Bus Damri dari petugas pun terdengar, Andi dan Iwan naik bus dengan pikiran masing-masing, Andi dengan kerinduan akan kampung halaman, sementara Iwan terus berfikir mau kerjakan apa nanti sesampai di kampung. (h.k)

 

 

1138 Views

Comments