Pertajam Toleransi, Umat Katolik Jember Bagikan Nasi Bungkus Untuk Berbuka Puasa


Warung Samaria milik komunitas Katolik Jember menyediakan nasi bungkus gratis dibagikan kepada ojol, pengendara sepeda angin dan warga umum untuk berbuka puasa

.

Jember-Umat Katolik Jember memiliki toleransi yang baik dengan umat beragama lain. Salah satu wujudnya ketika saat Bulan Ramadhan seperti sekarang ini, mereka dengan sukarela membagikan nasi bungkus kepada para pengguna jalan khususnya para ojek online dan pengendara sepeda motor lain.

Salah satu titik pembagian nasi bungkus itu ada di depan Gereja Katholik Santo Yusup Jember di Jalan Kartini. Pemantauan oleh awak media, panitia mendirikan tenda yang di dalamnya ada etalase untuk menaruh nasi bungkus. Disediakan juga seperangkat alat cuci tangan, sebelum mengambil nasi mereka harus mencuci tangan terlebih dahulu.

Humas Gereja Katolik Santo Yusup, Yiddi Purwa Mardianta mengatakan meskipun dinamakan warung “Samaria” tetapi masyarakat tidak perlu membayar karena memang nasi bungkus itu gratis.

“Warung samaria ini adalah kegiatan dari gereja katolik santo yusup Jember, terlebih pada bidang pelayanan yaitu memberikan perhatian khusus kepada ojoke online, orang yang tidak mampu, pengemis, tukang becak dan mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

pengendara sepeda motor ambil nasi bungkus

Menurutnya, selama adanya covid 19 Gereja Katolik Jember  membuat warung “Samaria” sebagai wujud perhatian kepada masyarakat yang terdampak langsung oleh covid 19. Hari ini Kamis, 30 April 2020 dibagikan ratusan nasi bungkus di beberapa titik diantaranya di depan gereja, di jalan Trunojoyo, di Jalan Gajah Mada didepan bank UOB Jember.

“Kita mengajak umat untuk mau peduli kepada semua orang, lebih-lebih mereka yang sekarang membutuhkan bantuan karena covid 19,” kata Yiddi.

Wabah covid 19 bersamaan dengan bulan puasa menambah berat beban masyarakat. “Apalagi saat bulan puasa kami sudah peduli pada mereka, memperhatikan mereka supaya mereka dapat juga mendapatkan perhatian untuk berbuka puasa,” ungkapnya.

Menurut Yiddi, penggunaan istilah “Samaria” mengambil nilai-nilai dari kisah orang Samaria yang tertulis dalam Kitab Suci Alkitab dimana seorang Samaria menolong orang tak dikenal yang habis dirampok oleh penyamun, tergeletak dipinggir jalan dan tidak ada yang mau menolong bahkan bawa ke pengginapan dan diobati sampai sembuh.

FX. Yiddi Putra Mardianta, humas Gereja Katolik Santo Yusup Jember

“Kegiatan ini akan kami anjutkan terus selama covid 19 belum tuntas dan tempat pembagiannya akan berpidah-pindah sehingga dapat menjangkau orang yang lebih banyak,” akunya Yiddi.

Komentar