Aktivis HAM Minta Mengedepankan Humanis Dalam Evakuasi Mayat Pasca Kecelakaaan Maut


Dokpri Aktivis HAM Dogiyai Yus Iyai

.

PAPUA - Pasca Kasus Kecelakaan Maut terhadap seorang Bocah berumur 5 tahun atas nama Juprianto Tebai. Menelan Banyak Korban warga sipil baik OAP maupun Non OAP. 

 

Hal itu disampaikan Yus Iyai aktivis Kemanusian kepada media ini via sambungan selluler, senin 14 November 2022.

 

"Beberapa hal yang perlu semua elemen pahami adalah, berkaitan dengan banyaknya pengorbanan nyawa warga sipil baik itu Orang Asli Papua (OAP) juga Non OAP di Kabupaten Dogiyai," pintahnya. 

 

"Disini saya hanya garis bawahi beberapa hal pasca ketabrakan maut terhadap anak kecil berumur 5 tahun ini, mengakibatkan banyak pengorbanan yang terjadi terhadap warga sipil di Dogiyai baik Non OAP dan OAP," Terangnya Yus. 

 

Selain itu, ia diminta seluruh elemen Masyarakat yang terlibat dalam Evakuasi Mayat Korban pasca Kecelakaaan Maut dapat mengedepan rasa Humanis sebagaimana mestinya. 

 

"Saya tegaskan kepada berbagai pihak yang sedang mencari solusi penyelesaian masalah kecelakaan maut, dalam hal ini pihak eksekutif, legislatif, aparat keamanan, serta seluruh komponen yang sedang berkolaborasi dalam proses pengevakuasian korban, mesti evakuasi korban secara seadil-adilnya sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa membedakan korban yang satu dengan yang lain," Harap dia. 

 

Menurutnya, setelah pasca Kecelakaaan Maut terhadap seorang Bocah berumur 5 tahun itu, yang Korban adalah, Masyarakat sipil sama-sama. 

 

"Apa yang saya sampaikan ini patut dipahami oleh semua pihak, agar di kemudian hari tidak terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan bersama di Dogiyai yang kita cinta ini," Kata Yus. 

Komentar