Kios Warga di Bomomani Dibakar Lantaran 3 Pemuda Dogiyai Ditembak Polisi


Kios Warga sedang naik asap setelah 3 Warga ditembak Polri - AW/JNI

.

DOGIYAI - Awal dari pihak kepolisian menembak 3 orang pemuda di Jalan Trans Nabire - Ilaga, tepat di Kampung Ugida perbatasan antara Nabire dan Dogiyai diantaranya, 1 orang mati tempat dan 2 orang terluka kena peluru tima.

 

Kemudian sekelompok pemuda datangi kios pedagang pendatang dengan emosi sebab pelaku telah berhasil melarikan diri menggunakan mobil.

 Baca Juga: Pj Bupati Dogiyai Gelar Doa Syukuran dan Pemulihan Daerah Bersama Masyarakat

Hal itu disampaikan Eman Dogomo yang juga adalah korban yang kena peluru tima di tangan dan Pundak belakang kepada media ini di Bomomani, 21/23.

 

Sebenarnya kios warga sipil pendatang tidak mungkin dibakar oleh pihak korban, namun pihaknya tidak terima pelaku telah melarikan diri setelah menembak mati 1 orang pemuda dan 2 orang terluka.

 

"tidak mungkin kami bakar rumah atau kios pedagang milik pendatang ini kalau pelaku tidak lari dari TKP, " ujar Dogomo. 

 Baca Juga: Sopir Truk Tidak Terima Diminta Rokok, Polisi Tembak 3 Pemuda Dogiyai Di Trans Papua

Untuk itu, sebagai pihak korban, meminta kepada kapolres Dogiyai, Kapolres Deiyai, Kapolres Paniai dan, Kapolres Nabire segera umumkan pelaku tersebut adalah anggota Polres dari mana.

 

"pelaku ini kami tidak tahu dari anggota polres mana? jadi kami akan bentuk sebuah tim bersama pemda dengan melihatkan berbagai elemen masyarakat untuk mencari tahu pelaku ini dari anggota polres mana," ujar Dogomo. 

 

Lanjutnya,  "Dengan demikian, kami sebagai pihak korban akan mencari tahu siapa? Dan darimana?  anggota Polres yang menembak mati 1 orang pemuda dan mengakibatkan 2 orang  pemuda terluka ini," tutup Eman. 

Komentar