Kajian Arsip Spesial Jum'at Seri 5: Al Qur’an dalam Perspektif Kearsipan


Kajian Arsip Spesial Jum'at Seri 5: Al Qur’an dalam Perspektif Kearsipan

.

Oleh: Herman Setyawan, M.Sc (Arsiparis Muda-UGM)

Al Qur’an jika dilihat dari perspektif kearsipan adalah aktifitas menjaga dan menyebarkan pesan yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui teks Al Qur'an yang merupakan wahyu Allah SWT yang final dan komprehensif.

Komunitas Muslim awal sangat mementingkan pelestarian dan komunikasi teks Al Qur,an dengan hati-hati.

Selama hidup Nabi, juru tulis ditunjuk untuk mencatat wahyu saat dibacakan. Setelah wafatnya Nabi, teks Alquran disusun menjadi satu jilid dan dibakukan masing-masing pada masa pemerintahan Abu Bakar dan Utsman.

Cendekiawan dan juru tulis Muslim merancang metode untuk menyalin dan mentransmisikan teks Alquran secara akurat, dan disebarluaskan melalui kaligrafi, manuskrip, dan salinan cetak.

Saat ini, Al Qur'an tetap menjadi sumber utama otoritas keagamaan bagi umat Islam, dan teksnya disebarluaskan melalui berbagai media, termasuk buku, rekaman audio, dan format digital.

Dalam tradisi Islam, melestarikan dan mentransmisikan teks Al Qur'an sangat penting karena memastikan bahwa pesan ilahi tetap tersedia dan dapat diakses oleh generasi mendatang.

Komentar