Warga Sebut BST Tidak Tepat Sasaran, Gerindra Jadi Solusi


Lima Warga Kaducupu Sabi Penerima Bantuan Sembako dari DPC Partai Gerindra Pandeglang

.

PANDEGLANG, - Program Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diluncurkan Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial (Kemensos), ditengah pandemi Covid 19, menjadi polemik di kalangan masyarakat, lantaran dalam penyalurannya disinyalir tidak tepat sasaran.

Tidak sedikit warga mengaku kecewa lantaran tidak kebagian bantuan pangan maupun paket sembako dari pemerintah.

Seperti dialami lima orang warga Kp.Kaducupu Sabi bernama Ema, Buhaeroh, Mila, Umi, dan Iti kepada indonesiasatu.co.id mengaku, kalau mereka ditengah wabah corona ini, hanya menerima bantuan paket sembako dari Partai Gerindra.

"Terus terang saja kami setiap ada bantuan dari pemerintah baik BLT, PKH dan bantuan lainnya belum pernah dapat, meskipun sudah beberapa kali di usulkan sama Pak Rt," tutur Ema Belong yang diamini warga lainnya saat menerima bantuan sembako dari DPC Gerindra Pandeglang, kepada indonesiasatu, Sabtu (16/05/20).

Menurut mereka, disaat kondisi ekonomi yang begitu sulit seperti ini mereka seakan tidak mengerti dengan bantuan yang datang dari pemerintah, seperti PKH, BPNT setiap pembagiannya tidak tepat sasaran, karena banyak warga yang tidak layak menerima malahan dapat, sedangkan yang layak banyak juga tidak mendapatkan bantuan tersebut.

"Seperti di kampung saya ada tetangga yang rumahnya layak dan bukan orang miskin tapi mereka dapat bantuan PKH dan BLT dari pemerintah, sementara suami saya yang hanya kuli bangunan atau bekerja juga serabutan belum pernah dapat bantuan. Pokoknya mah araraneh ayeuna mah (Sekarang banyak yang aneh dan tidak masuk akal," tuturnya, seraya mengaku bersyukur telah menerima bantuan dari Partai Gerindra

Sementara Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Hj Nuriyah, saat dikonfirmasi, tidak banyak komentar, hanya menyarankan agar warga tersebut secepatnya diusulkan melalui pihak Rt/Rw di wilayah yang bersangkutan.(Mex/red)

Komentar