Sembako Diterima KPM Tidak Sesuai Pagu Anggaran


KPM Tengah Menunjukan Sembako BPNT Kepada Wartawan dan Aktivis, (dok-jni)

.

PANDEGLANG, - Penggiat Sosial dari Perkumpulan Dulur Pandeglang (DP), Yudi mengaku merasa prihatin terhadap masyarakat penerima manfaat program sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Yudi yang aktif melakukan kegiatan sosial bersama teman temannya yang tergabung dalam komunitas Dulur Pandeglang itu pun turut menyesalkan sekaligus kecewa kepada pemerintah yang dinilai tidak konsisten dalam menggelontorkan program sembako pangan kepada masyarakat.

"Harusnya Pemerintah konsisten dong, tapi ini keliatannya masa bodoh dan terkesan tidak ada pengawasan setiap penyaluran bantuan. Buktinya saya melihat di Kelurahan Kabayan Kecamatan Pandeglang, warga KPM dengan Pagu bantuan untuk 2 bulan April - Mei sebesar Rp.400.000, hanya mendapat sembako berupa, Beras 20 kg, Telor 2 Kg, Tempe 1, dan daging ayam 2 Kg," ujar Yudi kepada JNI, Minggu (17/05/2020).

Dikatakan Yudi, jika harga beli sembako tersebut dikalkulasikan dengan bantuan uang yang semestinya diterima KPM, itu sangat jauh sekali selisihnya.

"Pertanyaannya selisih harga tersebut apakah keuntungan Agen atau E -Warung, Suplayer, TKSK, atau pihak lain ?," cetus Yudi

Disesalkan baik Kepala Dinas Sosial atau pun Camat Pandeglang, tidak dapat memberikan penjelasan seputar permasalah tersebut, dan itu terbukti dengan tidak ada jawabannya setelah di konfirmasi JNI melalui pesan whattsApp, Minggu (17/05/2020).

 

Komentar