Komoditi KPM Tidak Sesuai Pagu KPM
PANDEGLANG, - Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kabupaten Pandeglang, TB Enoh Junaedi menuding Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) selaku pendamping sekaligus pengawas program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Menes diduga tidak maksimal dalam melaksanakan tugasnya.
Pasalnya kata Enoh, bantuan sembako yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM), tidak sesuai dengan nilai nominal uang bantuan tersebut, seperti pengakuan KPM yang telah beredar luas di media online.
"Memang benar bukan hanya di pemberitaan, akan tetapi faktanya di lapangan juga sama kalau di Kecamatan Menes KPM BPNT hanya menerima sembako berupa, beras 10 Kg, Telur 2 Kg dan kacang ijo ½Kg," ujar Enoh
Dikatakan, komoditi itu jika dihitung dengan nilai uang bantuan yang diterima KPM sebesar Rp.200 Ribu, sebagai berikut, beras 10 Kg Rp. 100.000, telur 2 Kg Rp. 48.000, dan Kacang Ijo ½ Kg Rp. 15.000, totalnya Rp 163.000, dengan demikian kata Enoh, tentu KPM masih mempunyai saldo Rp.37.000.
"Nah pertanyaannya dikemanakan saldo tersebut," tandasnya.
Masih kata Enoh, dari informasi yang diperolehnya jumlah KPM di Kecamatan Menes mencapai 2.700 KPM. "Sekarang coba hitung sisa saldo Rp.37.000 x 2.700 KPM, coba berapa jumlahnya, hitung aja sendiri," cetus Enoh
Menyoal tidak sesuainya KPM dalam menerima sembako tersebut, Enoh berharap ada keberanian dari KPM untuk melaporkan masalah itu ke penegak hukum.
"Saya ingin ada KPM yang menuntut kepada Agen atau E-Waroong dan bila perlu lapor Polisi, dan jika agen dirugikan suplayer maka agen juga harus berani laporkan suplayer yang bersangkutan," tegas Ketua GNPK yang juga warga Menes pada indonesiasatu.co.id
Sementara beberapa KPM di Kecamatan Menes ketika di konfirmasi membenarkan, kalau mereka menerima bantuan sembako seperti yang telah diberitakan di media.
"Memang benar sih seperti diberitakan media, kami hanya menerima beras 10 Kg, Telor 2 Kg dan Kacang Ijo 1/2 Kg," imbuh KPM di Kecamatan Menes yang enggan disebut namanya kepada indonesiasatu.co.id.
Ditempat terpisah aktivis peduli sosial Wilayah Kecamatan Menes, Yudi melalui Pesan WhatsApp, menyesalkan program BPNT setiap kali turun ke masyarakat KPM selalu saja terjadi permasalahan.
"Berarti tidak pernah ada evaluasi dalam program bantuan dari Kemensos RI tersebut, buktinya ada aja masalah setiap kali bantuan itu diluncurkan kepada KPM," pungkas Yudi (Red)
Comment reported successfully.
Post was successfully added to your timeline!
You have reached your limit of 5000 friends!
File size error: The file exceeds allowed the limit (92 MB) and can not be uploaded.
Unable to upload a file: This file type is not supported.
We have detected some adult content on the image you uploaded, therefore we have declined your upload process.
Your post was submitted, we will review your content soon.
To upload images, videos, and audio files, you have to upgrade to pro member. Upgrade To Pro