DPRD Pangandaran Apresiasi LSM dan Ormas yang Tolak RUU HIP


Ratusa LSM dan ormas Pangandaran Tolak RUU HIP

.

PANGANDARAN JAWA BARAT - Gelombang protes penolakan Rancangan undang-undang haluan Idologi Pancasila hampir marak setiap hari dan menjadi menu utama di media sosial.

Seperti halnya di Pangandaran, beberapa ormas Islam seperti : forum peduli umat Islam (FPUI), from pembela Islam (FPI), himpunan pelajar dan mahasiswa Islam juga Pemuda Pancasila, mereka dengan tegas menolak pembahasan RUU HIP masuk Prolegnas.

Ratusan massa ini berkumpul di depan gedung DPRD dan diterima langsung oleh ketua DPRD Pangandaran, Asep Nurdin H M.M 03/07/2020.

Dikatakan Asep bahwa, pihaknya sangat memahami sekali tentang apa yang menjadi kehawatiran masyarakat, mengingat Pancasila itu kan merupakan dasar negara.

Kedatangan saudara saudara untuk menyampaikan aspirasi lagsung kepada DPRD, kami sangat Apresiasi sekali, " kata Asep.

Secara kelembagaan, kami DPRD pangandaran memiliki pandangan yang sama sehingga ketika ada gelombang penolakan dari masyarakat, ini kami nilai sangatlah wajar.

Dengan adanya tuntutan seperti ini, kami merasa ada tambahan tenaga dan dukungan langsung untuk menyampaikan tuntutan ini ke pemerintah pusat, " terang Asep. 

Eko Suwartono selaku ketua pemuda Pancasila Pangandaran mengatakan, audensi kami berjalan dengan tertib, aman dan damai.

Dengan tegas kami menuntut agar RUU HIP ini dicabut, karena, Pancasila itu sudah final, tidak perlu diubah dan diutak Atik, " katanya.

Menurut ketua FUIP Pangandaran, Nana Nasirin, jika ada yang berani mengganggu Pancasila, tentu ini akan mengundang keresahan yang lebih luas, dan yakin akan menimbulkan gelombang protes masarakat yang lebih besar lagi.

Kata Nana, kita kan sudah sepakat bahwa Pancasila itu sudah final dan tidak usah dikutak kati lagi, karena Pancasila hasil kesepakatan para ulama dan Umara.

Sungguh sangat tidak terpuji apabila, Pancasila mau dirubah, artinya : kita ini sudah tidak menghargai lagi jasa jasa para pejuang dan pemimpin bangsa yang telah merumuskan dan mewariskannya kepada kita, " ungkapnya. (Anton AS)

 

1040 Views

Komentar