Petugas Lapas Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan 570 Butir Pil Koplo ke Dalam Lapas


Petugas Lapas Banyuwangi menggelandang WBP yang di duga menyelundupkan narkoba ke dalam lapas

.

BANYUWANGI – Genderang perang terhadap peredaran gelap narkotika terus ditabuh Kanwil Kemenkumham Jatim dan jajaran. Terbukti hari ini, Senin (1/11/2021) petugas Lapas Banyuwangi Kanwil Kemenkumham Jatim berhasil menggagalkan penyelundupan 570 butir pil koplo. Barang tersebut diselundupkan dengan cara dilempar dari luar tembok sisi barat lapas.

 

 

Petugas mengetahui adanya penyelundupan barang terlarang jenis trihexyphenidyl tersebut dari hasil olah kamera CCTV yang diperkuat informasi yang didapatkan dari warga binaan lain. Dalam rekaman kamera pengawas tersebut, petugas mendapati salah seorang warga binaan yang mengambil barang dengan bungkus berwarna hitam yang berlokasi di lapangan voli blok barat.

 

 

Dari hasil penyelidikan, terungkaplah identitas WBP yang mengambil barang terlarang tersebut, yaitu SJP (36) merupakan narapidana dengan kasus pencurian. Petugas lalu melakukan penggeledahan terhadap SJP dan kamarnya. Petugas sempat mendapati jalan buntu lantaran tidak menemukan apapun di kamar SJP. Ternyata, ratusan pil berwarna putih itu disimpan di celana jeans yang sedang dijemur. 

 

 

"Karena kejelian petugas, ditemukan barang bukti di saku celana yang dijemur di depan kamar," kata Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Andri Setiawan.

 

 

Awalnya SJP mengelak, namun setelah petugas menemukan cukup bukti, barulah dia buka mulut dan menjelaskan kejadian sebenarnya. Ia mengaku memesan barang tersebut dari temannya yang merupakan mantan napi Lapas Banyuwangi. Transaksinya ia lakukan melalui sambungan telepon wartel khusus yang merupakan bagian layanan yang disediakan pihak lapas. Berdasarkan pengakuan SJP, pil koplo tersebut akan dijual kembali di dalam lapas. Dia mengaku ini adalah percobaan pertama yang dilakukannya.

 

"Keduanya sepakat melakukan pelemparan pukul 06.00 WIB," jelas Andri Kepala KPLP Banyuwangi.

 

 

Setelah itu, pihak lapas berkoordinasi dengan Satreskoba Polresta Banyuwangi. Dari hasil penyelidikan awal bahwa barang yang ditemukan tersebut termasuk obat dalam daftar G. Akibat perbuatannya, pria asal Malang yang telah mendekam di Lapas selama 11 bulan tersebut harus mendapatkan sanksi khusus dari lapas. Padahal 6 bulan lagi SJP akan dinyatakan bebas. 

 

 

"SJP akan kami tempatkan di straf sel/sel isolasi dan akan mendapatkan sanksi administratif (Register F) dimana hak-hak nya seperti remisi dan lain-lainnya akan dicabut," imbuh Andri.

 

 

Saat ini kasus tersebut telah dilimpahkan kepada Satreskoba Polresta Banyuwangi untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Dari catatan petugas, SJP sudah enam kali keluar masuk lapas dengan berbagai kasus. 

 

 

Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono mengapresiasi jajarannya. "Penggagalan ini berkat berkat peran intelijen lapas yang baik," ucap Krismono.(Hariyono)

Komentar