Alhamdulillah, Bu Guru Trinurhayati Sudah Minta Maaf, Semoga Tidak Terjadi Lagi


Alhamdulillah, meski terkesan "terbata-bata" bu guru Trinurhayati ini sudah meminta maaf atas kata-katanya yang melecehkan Orang Dengan Epilepsi (ODE).

.

Makassar - Alhamdulillah, meski terkesan "terbata-bata" bu guru Trinurhayati ini sudah meminta maaf atas kata-katanya yang melecehkan Orang Dengan Epilepsi (ODE).

Setidaknya video permintaan maaf yang beredar dalam media sosial Komunitas Epilepsi Indonesia (KEI) itu cukup melapangkan dada para ODE se Indonesia.

Terlebih dahulu Kepala Sekolah memberi wejangan kepada Bu Guru Trinurhayati bahwa apa yang dia katakan terkait Epilepsi adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan etika guru. Dan juga menyinggung perasaan orang dengan epilepsi yang tergabung dalam group Komunitas Epilepsi Indonesia (KEI).

Kepala sekolah SDN I Bakulan menegaskan bahwa perbuatan bu guru itu tidak sesuai etika seorang guru.

"Jangan mengulangi perbuatan itu, kalau kasusnya terus berlanjut akan menghambat bu guru Trinurhayati sendiri," pesan Kepala Sekolah dihadapan bu guru Trinurhayati. Rabu (3/11/2021).

Mengakhiri nasehatnya, mewakili SDN I Bakulan Kepala Sekolah itu menyatakan permintaan maaf atas perkataan yang pernah bu guru tujukan kepada orang dengan epilepsi (ODE) dalam status WhatsAppnya.

Selanjutnya bu guru Trinurhayati melalui video meminta maaf atas perkataannya yang menyinggung perasaan ODE dalam Komunitas Epilepsi Indonesia (KEI).

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya, kalau perkataan saya baik disengaja maupun tidak ternyata menyinggung perasaan dari semu penderita epilepsi yang berada di Indonesia, untuk itu saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, untuk itu saya meminta maad atas kekhilafan dan kedepannya tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi," tutur bu guru Trinurhayati.

Atas permintaan maaf tersebut, mengundang berbagai komentar dari anggota Komumitas Epilepsi Indonesia (KEI), sebut saja Elsa Andini, ia menuliskan "Makanya lain kali kalo mau ngomong pikir dulu !!!"

Kemudian Purnomo mengatakan, "Terima kasih pak Supardi."

"Smoga beneran dari hati ya ..?," tulis pemilik akun Eva Riswan Nietha.

Iedham Happy Arie meyebutkan, Perlu belajar lebih tentang perundungan. Jika perlu buat pernyataan tertulis. Tanda tangan diatas materai, disaksikan oleh kepala sekolah dan wali murid yg dirundung. Tambah pihak kepolisian.

"Buka tutup masker,, menghadap k kamera muka x,,  jgn lwt samping itu,,, guru TDK ber akhlak??," tandas Riski Kritik.

Akun Sstar Ierha Agusni menyebutkan, "Mudah²an suatu hari ibu tri ketemu jodoh dan punya anak.anak nya sehat ya bu,ngak kena epilepsi,".

"Harusnya waktu ngomong itu maskernya di buka terus waktu minta ma'af mukanya langsung menghadap ke kamera nggak dari samping gitu ,berarti nyalinya Bu guru itu ciut," tegas pemilik akun Verlita Febianca.

Riski Susanto berkata, Minta maaf Bukan Menghadap Kepala sekolah.. minta Maaf Live ke Group KMI.

"Saya sebagai orang tua ode memaafkan bu guru tp Sebenernya kurang etis maskernya dibuka menghadap ke kamera baru minta maaf bu guru tp ngak apa2 yg penting udah minta maaf semoga temen2 memaafkan ,sekarang bayak berdoa sm allah semoga kita di beri kesabaran ,kekuatan kesehatan ,rezki. ayo semangat demi kesembuhan anak2 kita jangan patah semangat temen2," tulis Doo Ree Mii memberi semangat kepada teman-teman ODE maupun pendamping di grup KEI.

Bagaimana pun cara bu guru ini meminta maaf kepada ODE perlu mendapat apresiasi, pasalnya niat baik tersebut lahir dari penyesalan yang pernah bu guru Tri lakukan.

Memang penyesalan itu datangnya terlambat, toh demikian permintaan maaf dari Kepala Sekolah SDN I Bakulan Purbalingga ini menjadi jaminan bu guru Trinurhayati tidak akan mengulangi perbuatan serupa.

Semoga tidak ada lagi kejadian serupa yang membully atau melecehkan Epilepsi.  Dan tugas kita adalah memberikan edukasi dan informasi yang benar tentang epilepsi.

"Bahwa Epilepsi layak hidup normal dan diterima dengan baik ditengah masyarakat. Epilepsi bukan penyakit kutukan, bukan kesurupan, tidak menular dan bukan penyakit memalukan," pungkas Melky Oktav.

Manusia memang makhluk lemah, meskipun dirinya merasa paling kuat setengah dewa, tentunya tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa.

Terlepas dari perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja, pastinya sebagai manusia bu Trinurhayati telah menyesali perbuatannya.

Ketika menyadari kesalahan terhadap perilaku atau perbuatan, tentunya sikap bijak yang harus dilakukan adalah meminta maaf. Selain meminta maaf, manusia lainnya dalam hal ini teman-teman ODE yang tergabung dalam KEI juga harus mampu menerima permintaan maaf dari orang yang meminta maaf, terlepas tulus atau tidak, niat baik tersebut cukup membahagian kita semua.

Mudah-mudahan bu guru ini oleh pemerintah RI ditunjuk sebagai Duta Epilepsi Indonesia. Aamiin

Komentar