Ketua BEM HMJ KPG Kecam Polres Nabire Atas Kekerasan Terhadap Massa Aksi


Frengky Pigome Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Himpunan mahasiswa Jurusan (HMJ) KPG Nabire Papua -Dokpri

.

PAPUA - Sejumlah orang yang ditahan dan dibawah ke Mapolres Nabire hingga babak-belur karena melakukan Aksi menuntut cabut UU Otsus Jilid II dan menolak Pengesahan DOB (Daerah otonom baru) di Tanah Papua tanpa melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama rakyat Papua.

Aksi tersebut adalah, aksi PRP (Petisi Rakyat Papua), dengan tuntutan menolak atas Pengesahan DOB dan Otsus Jilid II secara sepihak. Aksi itu dilakukan secara serentak di seluruh Papua termasuk Indonesia, (14 /07/22) pekan lalu. 

Penangkapan itu sangat di sayangkan oleh ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) HMJ Frengky Pigome.

Sangat disayangkan melihat Massa Aksi Petisi Rakyat Papua (PRP) yang harus menerima kerasan dari polisi di Halaman Mapolres Nabire. 

"Massa aksi PRP ini sebenarnya hanya mau sampaikan Aspirasi Rakyat Tentang penolakan atas Pengesahan DOB dan Otsus Jilid II di Papua. Saya tidak tahu, kenapa harus ada kekerasan dari polisi Polres Nabire," jelasnya. 

Baca Juga: Massa Aksi PRP Tolak DOB dan Otsus Alami Kekerasan di Polres Nabire

Dia mengaku, pihaknya tidak tahu dimana letak kesalahan massa hingga massa aksi ditahan dan dibawah ke Mapolres sampai barang-barang diambil semua, Rambut panjang dipotong, gelang bendera bintang kejora Papua diambil bahkan dipukul berdarah-darah.

"Massa yang melakukan demonstrasi ini massa yang benar-benar taat pada UU 1945. Kami tertib kok, tidak ada yang salah dalam aksi ini, tuntutan kami jelas, "Tolak DOB dan Otsus" dan menuntut Gelar Referendum di West Papua" ujar Pigome.

Pigome menambahkan, tujuan aksi PRP (Petisi Rakyat Papua) di wilayah Meepago yang di pusatkan di Nabire hanya untuk menyampaikan aspirasi ke Kantor DPRD Kabupaten Nabire agar bisa diteruskan ke tingkat provinsi dan pusat.

"Kenapa harus blokade dan ditangkap sembarang, sedangkan aksi ini jelas, hanya mau sampaikan Aspirasi ke DPRD bukan ke Mapolres, ini harus tahu pihak kepolisian Polres Nabire," pungkasnya.

 

Komentar