Oleh: Herman Setyawan, M.Sc. (Arsiparis Muda - UGM)
Paradigma kearsipan mengacu pada prinsip dan asumsi yang mendasari yang membentuk cara pembuatan, pengorganisasian, dan penggunaan arsip.
Berikut adalah beberapa contoh paradigma kearsipan dan paradoks yang dapat mereka ciptakan.
Akses vs Privasi: Arsip dikelola agar dapat diakses oleh publik, tetapi juga dapat berisi informasi sensitif atau rahasia yang perlu dilindungi.
Paradoks yang tercipta adalah “komitmen arsiparis terhadap keterbukaan dan transparansi vs kebutuhan untuk menghormati privasi dan kerahasiaan individu”.
Pelestarian vs Penggunaan: Arsip dibuat untuk melestarikan historical records bagi generasi mendatang, tetapi arsip juga perlu digunakan dan diakses agar bernilai.
Paradoks yang tercipta adalah “komitmen para arsiparis terhadap preservasi vs keinginan mereka untuk menjadikan arsip tersedia seluas-luasnya dan bermanfaat”.
Tradisi vs Inovasi: Arsip memiliki sejarah dan tradisi yang panjang, tetapi mereka juga perlu beradaptasi dengan teknologi dan cara kerja baru.
Paradoks yang terjadi adalah “komitmen arsiparis untuk melestarikan dan menghormati praktik kearsipan tradisional vs keinginan untuk menggunakan pendekatan baru dan inovatif dalam pekerjaan arsiparis”.
Bagaimana menurut Anda?





